Friday, July 11, 2014

[Resensi Novel Romance] Mencarimu by Retni SB


Kamu boleh mengubah haluan jika di depanmu ada jurang terjal…
Matahari, berusaha setengah mati mencari Irsal, bapak biologisnya. Dia bekerja di "Jelajah", majalah traveling milik bapaknya, dengan harapan bisa “menangkap” si raja media ini. Kedudukannya yang sangat tinggi dalam perusahaan membuatnya sangat sulit terjangkau. Tetapi ada satu teman kerjanya yang terlihat bisa dekat dan sepertinya punya akses lebih mudah untuk bisa mendekati bapaknya. Orang itu adalah Rakho, fotografer Jelajah. 

Dia berpikir dengan mendekati Rakho, maka dia juga bisa mendekati bapaknya. Saat penugasan reportase ke luar kota bersamanya, intensitas kedekatan mereka membuat mereka berdua justru saling jatuh cinta kemudian berpacaran. Tapi cinta itu umurnya pendek, di Batam, mereka bertemu dengan Irsal. Dan ternyata, Rakho jugalah anak Irsal. Kenyataan ini sungguh membuat mereka terkaget. Suka atau tidak suka, cinta mereka harus dihentikan.

Judul: Mencarimu
Pengarang: Retni SB
Penyunting: Nunung Wiyati
Perancang sampul: Joko Supomo
Pemeriksa aksara: Intari Dyah P. & Intan
Penerbit: Bentang Pustaka
Tebal: vi + 298 hlm
Rilis: Mei 2014
Harga: Rp49.000
ISBN: 9786022910244

Akhirnya… akhirnya… ya Alloh, salah satu pengarang favorit menerbitkan satu lagi karyanya. Yayyyyy….*jingkrak-jingkrak* Eh, bentar, kok, penerbitnya beda? Nggak novel metropop lagi? Jadi…

Nggak masalah, sih, buat saya. Toh, itu sepenuhnya hak prerogatif pengarang, ya, mau hanya menerbitkan di satu tempat atau di banyak tempat. Yang penting, pengarang favorit tetap menerbitkan karya-karyanya secara kontinyu. Aamiin.

Mencarimu mengambil latar jurnalisme bidang traveling di mana dua dari tiga tokoh utamanya adalah jurnalis majalah ‘Jelajah’, sedang satu tokoh lainnya seorang backpacker yang dalam penggalan kisah dalam novel ini sedang diburu profilnya oleh kedua tokoh lainnya untuk dimuat di majalah tersebut. Di antara ketiganya terjalin persahabatan karena kesamaan hobi jalan-jalan ini hingga tanpa dapat dihindari percikan api asmara menyala di tengah-tengah mereka.
Sebagaimana disebutkan secara gamblang pada sinopsis novel ini, Matahari (tokoh utama perempuan) sengaja pindah ke Jakarta, melamar menjadi wartawan di Jelajah untuk satu tujuan: “mencari” bapaknya. Dari tujuan inilah, beragam konflik batin dialami Matahari yang mau tak mau melibatkan Rakho dan Owan (dua tokoh utama laki-laki). Dari simpul tali persahabatan lalu berubah menjadi ikatan yang lebih dalam, yang memasukkan rasa lain, yaitu cinta.

Saya selalu suka gaya menulis Retni SB. Santun, namun lincah. Diksinya sederhana, namun tak jarang mengena di hati dan sangat quotable. Rangkaian konfliknya tidak begitu njelimet, tapi terkesan dalam dan kompleks. Semuanya dirangkum menjadi satu sajian karya tulis yang enak dinikmati hingga lembar halaman terakhirnya. Mencarimu pun tampil begitu. Luwes dan menghanyutkan. Membuat pembaca, setidaknya saya, dengan mudah tersedot dalam plot cerita hingga tak sadar sudah sampai di ujung kisahnya.

Acungan jempol juga patut diberikan untuk tim editing dan proofreading novel ini. Tak banyak ‘cacat’ teknis yang saya temukan. Masih ada sih satu atau dua kalimat tak efektif, tapi tak begitu mengganggu. Tidak signifikan.

Sayangnya, saya terganjal déjà vu. Jujur, saya sudah berusaha keras mengenyahkan ingatan (padahal sedikit saja) tentang latar belakang karakter Matahari-Rakho yang mengingatkan saya pada karakter Tara Dupont-Tatsuya Fujisawa (Autumn in Paris – Ilana Tan). Well, dari segi cerita sih, berbeda banget ujung kedua novel ini. Tapi, tetap saja, saya telanjur menyimpulkan: kisah cinta semacam ini pasti akan berakhir dengan simpulan yang sama. Kecuali pengarangnya mau ekstrem dan melawan persepsi keumuman, saya sudah bisa menebak ujung kisah keduanya pasti akan begini.

Untungnya, Retni SB menyiapkan ending yang reasonable, agar semua orang berbahagia di belakangnya. Logika-logika yang ada dibuat sedemikian rupa untuk mendukung ‘keputusan’ pengarang membuat ketiganya berbahagia. Tidak instan, tapi juga agak kurang kuat menurut saya. Mungkin, saya tidak puas bahwa gejolak rasa dan emosi jiwa hanya diterabas dengan melipat gulungan waktu: “setahun kemudian”.

Seperti biasa, departemen karakter menjadi salah satu kekuatan gaya menulis Retni. Pengarang berhasil menghidupkan tokoh-tokohnya dengan sangat kuat. Favorit saya, Owan, tampil sebagai sosok traveler yang nyentrik luar biasa. Saya selalu tersenyum dan merasa bahagia setiap ada bagian Owan-nya. Sementara itu, chemistry Matahari-Rakho masih kurang buat saya. Entahlah, apakah karena dari awal saya sudah terganggu dengan plotnya, tapi… ini benar-benar melibatkan perasaan saya secara emosional, sih.

pic: exploreanambas.blogspot.com
Dan, nilai tambah lain dari novel ini adalah kisah traveling dari para tokohnya. Keindahan kepulauan Anambas diilustrasikan cukup mengesankan. Well written. Jadi, kepingin banget bisa ke sana, meskipun kayaknya bakal perjuangan banget, ya. Entah ini perasaan saya saja atau bagaimana, Bentang Pustaka (Mizan group) sepertinya menggalakkan buku-buku tentang perjalanan, ya? Baik itu fiksi maupun nonfiksi. Oh, ini hanya tebakan asal saya saja, sih. J

Pada akhirnya, jika kamu sudah menjadikan Retni SB sebagai salah satu pengarang favoritmu, maka Mencarimu wajib kamu beli dan baca. Nah, buat kamu yang sedang mencari novel romance dengan tambahan pesona keindahan Indonesia, kamu juga bisa mencicipi novel ini.

Selamat membaca, kawan.

My rating: 3 out of 5 star.

2 comments:

  1. Tengkyu resensi tanpa spoiler-nya Mas Ijul. Jd makin penasaran pgn beli novel ini.. :)

    ReplyDelete
  2. Wah, musti ngubek-ngubek toko buku nyari ini novel abis ini, ahh bang ijul ini ngiming2 aja

    ReplyDelete