Tuesday, September 16, 2014

[Top Ten Tuesday] Sepuluh pengarang terkenal yang bukunya baru saya baca satu

The Broke and the Bookish original title: Top Authors I've Only Read One Book From But NEED to Read More.


Oke, mungkin lagi-lagi saya tak taat aturan main secara saklek dari meme ini. Saya agak lupa, apakah ada pengarang yang bukunya hanya pernah saya baca satu kali. Karena itu saya akan memasukkan juga di daftar Top Ten hari ini pengarang yang bukunya baru saya baca maksimal 3 dari pengarang terkenal yang sudah menerbitkan buku lebih dari sepuluh. Ini daftarnya:

1. Dewi "Dee" Lestari. Seingat saya baru tiga bukunya yang saya baca: Supernova #1, Perahu Kertas, dan Madre. Sebenarnya pernah "mengintip" sedikit Recoverso untuk materi siaran, tapi saya tak benar-benar menikmati membaca kumcer Dee yang itu. Untuk nanti-nantinya saya ingin baca buku-buku Dee yang lain.


2. Suzanne Collins. Dikarenakan hype-nya yang tinggi banget dan kala itu film adaptasinya juga akan segera dirilis, maka saya cepat-cepat membaca The Hunger Games, namun sampai dengan saat ini saya belum meneruskan membaca lagi lanjutan trilogi novel dystophia itu, apalagi novel-novel Suzanne yang lain.


3. Clara Ng. Sejujurnya Clara selalu dirujuk sebagai salah satu pionir di lini metropop dengan Indiana Chronicle-nya, tapi sampai dengan saat ini saya baru baca Tiga Venus. Pernah mencoba seri Indiana yang entah buku keberapa dan Jampi-jampi Varaiya, ternyata keduanya kurang sreg. Mungkin nanti saya akan mulai mencari kesempatan membaca karya Clara Ng yang lain.


4. Orizuka. Sampai dengan saat ini, ditotal saya baru membaca tiga dari sebegitu banyak karya penulis produktif ini: With You, Audy 4R, dan Audy 21. Di kalangan pembaca novel romance atau novel teenlit, karya-karya Orizuka selalu mendapat sanjungan, tak pelak saya pun ingin merasai sensasi tulisan Orizuka yang lain.


5. Esti Kinasih. Saya ikut larut dalam gegap gempita munculnya lini atau genre teenlit dengan membaca Fairish dan seingat saya memang menarik, sih, tulisan Esti di situ. Sayang, ketika mencoba membaca Cewek saya gagal suka sehingga selanjutnya saya cuma jadi penonton di pinggir lapangan, tak pernah lagi membaca karyanya. Semoga di kemudian hari tergerak untuk membaca karya Esti yang lain.


6. Prisca Primasari. Hmm, saya baru sadar bahwa saya baru membaca novel Prisca yang Paris saja, yang lainnya masih tertumpuk dalam timbunan deretan koleksi buku di rak saya. Dalam waktu dekat ini saya ingin membaca Priceless Moment.


7. Rick Riordan. Buku pertama dalam serial Percy Jackson pernah membuat saya dilema ketika berkali-kali ke toko buku saya ingin mengambil dan membeli buku itu. Kala itu sepertinya serial Rick belum sefenomenal sekarang (di Indonesia). Tapi, ketika selesai membaca dan kisahnya agak mirip Hercules tapi setting masa kini, enggak cocok di saya. Mungkin nanti saya kepingin baca lagi novel Rick yang lain, yang bukan mitologi (kalau ada).


8. Miranda Kenneally. Saya sudah naksir buku-buku YA karya Miranda sejak lama tapi baru kesampaian membaca Breathe Annie Breathe waktu libur lebaran tahun ini, dan tak sabar kepingin baca buku-buku dia yang lain. Alhamdulillah sudah terbeli, sih, bukunya. Tinggal menunggu antrean dibaca, hehehe.


9. David Levithan dan John Green. Hahaha, saya jadikan satu, deh, dua pengarang ini, karena dari keduanya saya sedang mengumpulkan buku-buku karya mereka, tapi sejauh ini masing-masing baru satu buku yang saya baca: The Lover's Dictionary dan The Fault in Our Stars.


10. Prima Santika, Riri Sardjono, Kristy Nelwan, Nina Addison, Jessica Huwae, Anastasia Aemilia, Alexandra Leirissa Yunadi, dan Bulan Nosarios. Hahaha, lagi-lagi ini saya jadikan satu mengingat beberapa kesamaan: belum banyak menerbitkan buku. Saya berharap banget akan ada buku-buku baru dari para pengarang ini. Saya pasti mau baca banget. PASTI!

Di atas adalah daftar sepuluh pengarang yang bukunya baru saya baca satu, baik karena kurang sreg maupun belum punya waktu membaca karya mereka yang lain. Saya ingin menyempatkan membaca karya mereka yang lain di kemudian hari. InsyaAlloh. Kalau kamu bagaimana?

1 comment:

  1. Baru sadar juga kalau baca buku Dee baru tiga: Perahu Kertas, Filosofi Kopi, dan Rectoverso. John Green juga baru baca TFIOS (dan itupun nggak bikin nangis-nangis kayak temen-temen lain sampai sempet merasa aku yang abnormal hahaha). Esti Kinasih aku justru suka Cewek! dan Still. Orizuka hampir pernah baca semua bukunya tapi yang favorit ya Our Story. Selebihnya.. belum sama sekali! Hahaha. Apalagi aku kurang suka cerita fantasy dan dystopia, jadi sering merasa kuper karena nggak ikut hip-nya novel-novel bergenre itu.

    ReplyDelete